Apakah Penting Minum Obat Secara Teratur?

Share

Meminum obat secara teratur bisa membantu penyembuhan suatu penyakit. Tidak hanya untuk suatu penyakit tertentu tetapi juga untuk penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Tetapi banyak yang kurang menyadari arti pentingnya suatu pengobatan. Bagaimana suatu resiko komplikasi dari suatu penyakit tertentu bisa dicegah dengan rutin mengkonsumsi obat yang sudah diresepkan oleh Dokter.

Bagaimana mengetahui terjadinya komplikasi dari suatu penyakit? Apakah yang dimaksud dengan komplikasi? Pengobatan jangka panjang yang dimaksud seperti apa? Apakah aman minum obat terus menerus? Bagaimana dengan resiko kerusakan organ tertentu kalau harus terus menerus minum obat. Ini pertanyaan yang sering sekali diutarakan ketika mendapatkan informasi tentang pentingnya pemakaian obat secara rutin dari seorang Apoteker.

Pertama yang harus difahami adalah pemakaian obat secara rasional. Dan kalau dijelaskan secara khusus lagi salah satu kriteria pengobatan dari pengobatan secara rasional adalah  Tepat Dosis.  Dimana dosis, jumlah, cara, waktu dan lama pemberian obat harus tepat. Apabila salah satu dari empat hal diatas tidak dipenuhi maka efek dari pengobatan tidak akan tercapai.

Tepat dosis atau jumlah artinya obat yang diberikan untuk pengobatan suatu penyakit harus sesuai dosis dan jumlahnya agar pengobatan yang dijalani dapat membantu penyembuhan atau mengurangkan gejala dari suatu penyakit tertentu. Sedangkan  tepat cara pemberian  artinya pemakaian obat harus tepat agar dapat memberikan reaksi sesuai yang diperlukan. Misalnya penggunaan obat penurun panas adalah bila dirasakan timbul demam saja sehingga apabila kondisi suhu tubuh tidak tinggi dari yang seharusnya maka pemakaian obat ini tidak diperlukan dan lebih baik diminum setelah makan.  Tepat interval waktu pemberian obat  artinya jarak waktu pemberian obatnya haruslah sesuai aturan pakai yang sudah diberikan. Ketika obat diberikan 2 kali sehari artinya pemakaian obatnya harus per 12 jam sekali. Tetapi apabila aturan pakai 3 kali sehari. Maka obat dapat diminum dalam jangka waktu 8 jam sekali. Kemudian Tepat lama pemberian obat yang artinya lama pemakaian obat harus sesuai penyakit masing-masing. Misalnya untuk pengobatan pada kasus Tuberkulosis paling singkat adalah 6 bulan. Sedangkan pemakaian obat asam mefenamat untuk membantu mengurangi sakit dan nyeri hanya apabila diperlukan.

Pada kasus penyakit yang tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke dan penyakit lainnya memerlukan pengobatan yang rutin dan jangka Panjang. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas ) tahun 2013 terdapat lima penyakit dengan prevalensi terbanyak di Indonesia. Yang pertama adalah hipertensi dengan jumlah penderita sebanyak 25,8 %. Dan paling banyak ditemukan di propinsi Bangka Belitung sebanyak 30,9 %, Kalimantan Selatan sebanyak 30,8 % dan Kalimantan Timur sebanyak 29, 6%. Kemudian penyakit terbanyak urutan kedua adalah penyakit sendi diikuti oleh penyakit Hepatitis B. Urutan keempat adalah serangan stroke dan terakhir balita kurang gizi.

Melihat dari tingginya angka penderita hipertensi diIndonesia maka penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Apalagi Hipertensi merupaka penyakit Silent Killer dimana sering terjadi tanpa gejala yang khas dan bisa menimbulkan penyakit penyerta seperti stroke dan gagal jantung. Dengan keadaan seperti ini perlu disadari bahwa yang utama adalah menjaga pola hidup agar terhindar dari penyakit ini dan juga mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Namun tidak sedikit masyarakat yang kadang masih menganggap kecil pengobatan hipertensi. Obat diminum apabila hanya terdapat keluhan dan apabila keluhan sudah hilang maka pemakaian obat kadang langsung dihentikan. Padahal  dengan pemakaian obat antihipertensi yang tidak teratur maka resiko tekanan darah akan kembali naik cukup besar.  Disamping itu meningkatnya resiko untuk terjadinya kerusakan pembuluh darah pada ginjal sehingga berakibat pada terjadinya kegagalan ginjal. Dengan minum obat anti hipertensi secara teratur juga akan mengurangi timbulnya penyakit lain yang diakibatkan oleh penyakit sebelumnya dan disebut dengan komplikasi. Pertanyaan umum yang sering diutarakan adalah apakah aman untuk meminum obat anti hipertensi jangka Panjang terhadap organ tubuh. Obat yang sudah diresepkan oleh dokter tentunya sudah sesuai dengan kondisi penyakit yang dialami. Sehingga dosis sudah diatur melalui standar dosis dan jumlah yang aman untuk membantu pengobatan penyakit terutama yang memerlukan waktu yang lama seperti hipertensi, Diabetes dan Jantung.

Tetapi ada beberapa obat yang memang memerlukan perhatian dan dosis serta aturan khusus karena akan berpengaruh terhadap organ hati dan ginjal. Contohnya adalah obat untuk terapi TB serta beberapa untuk terapi HIV. Dan diperlukan konsultasi pengobatan dengan dokter dan Apoteker keluarga. Dan jangan lupa untuk selalu memberikan informasi kepada Dokter serta Apoteker tentang obat obatan yang sedang, pernah atau menimbulkan alergi sehingga pengobatan menjadi lebih optimal serta mencegah terjadinya interaksi antar obat yang dikonsumsi. Dan saran yang diberikan untuk pengobatan jangka panjang adalah minumlah obat secara teratur sesuai dosis yang sudah ditentukan dan dengan segelas air putih diwaktu yang sama agar menjadi pengingat akan pemakaian obat secara teratur.

Sumber Literatur :

1. Cara Cerdas Gunakan Obat, Buku Saku, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017
2. www.hellosehat.com, Apakah Aman Minum Obat Resep Setiap Hari Dalam Waktu Lama, Ajeng Quamila, 2017
3. Riset Kesehatan Dasar, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013


Oleh Maria Ulfah

This entry was posted in Farmasi and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Get Adobe Flash player