Ghuluw

Share

Berlebih lebihan kpd orang sholeh kpd nabi dan semisalnya dan ini merupakan sumber kesyirikan semenjak dahulu kala.
kedoknya adalah cinta kpd orang sholeh, akhirnya terjerumus kedalam ghuluw, sikap berlebih-lebihan, mengkultuskan, melebih lebihkan, mengangkat derajatnya tidak seperti derajat yg telah diberikan oleh Alloh swt diatasnya, diangkat diatas derajat itu.

jadi mereka2 yang suka mengagung agungkan mengkultus kultuskan itu ndak punya dalil. dalilnya adalah zhan. prasangka praduga pake akal-akalan dan juga karena selera hawa nafsu atau juga karena mengikuti ajarannya nenek moyang. kalo kita kembali pada dalil semuanya, manusia adalah manusia, cuman nabi dan rosul itu oleh Alloh diberi wahyu supaya kita mengikuti ajaran mereka. itu ajaran mereka jangan didustakan. tapi mereka ndak punya sifat ketuhanan sedikitpun dan tidak layak untuk diagung agungkan sampe ke tingkat yg seakan akan mereka itu punya kekuasaan seperti Alloh swt.

Kemudian disitu dibawakan firman Alloh swt suroh Annisa ayat nomer 171. “yaa ahla alkitaabi laa taghluu fii diinikum walaa taquuluu ‘alaa allaahi illaa alhaqq. wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Alloh kecuali yg benar”.
Ahli kitab adalah yahudi dan nasrani. karena ahli kitab terkenal sebagai kaum yg ghuluw. kalo orang2 nasrani mereka ghuluw terhadap nabi isa, mereka mengatakan Isa adalah tuhan, dikeluarkan kenabian menuju ketuhanan. sementara orang2 yahudi juga ghuluw berlebih lebihan mengurang ngurangi, nabi Isa dituduh sebagai anak hasil zina dan ini semuanya adalah ghuluw.

Jadi ghuluw berlebih lebihan, bisa ghuluw keatas bisa guluw kebawah. istilahnya itu qifhrot dan takhfrid. qifhrot berlebih-lebihan, nambah nambahi melampaui batas. kalo takhfrid ngurang ngurangi, menyepelekan dan itulah yg dicari oleh syaithon.

Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahulloh ta’ala mengatakan, “tiadalah manusia mengamalkan suatu amalan melainkan setan berusaha untuk menyesatkannya, menjerumuskannya, kedalam salah satu diantara dua hal, qifrhot atau takhfrid”. qifrhot berlebih lebihan, melampaui batas, ekstrim atau takhfrid malah menyepelekan, gampang gampangkan. Dan setan merasa sukses kalo berhasil menjerumuskan manusia kepada salah satunya. jadi sikapnya ekstrim, berlebih lebihan atau malah gampang gampangkan.

Nah kita ahlussunnah wal jama’ah tengah-tengahnya. karena itu Alloh menyebut yahudi adalah almaghdhuubi ‘alayhim, dimurkai Alloh. karena mereka punya ilmu dan mereka tidak mau mengamalkan ilmu mereka. sehingga orang yg punya ilmu tidak mengamalkan ilmunya dimurkai Alloh karena mirip dengan yahudi. Nasrani, walaa aldhdhaalliin, tersesat. kenapa mereka tersesat? karena mereka suka beramal tanpa ilmu. sehingga orang yg suka beramal tanpa ilmu, tersesat. mirip dengan nasrani.

BAB 18 DAN BAB 19 | KITAB TAUHID USTAD OLEH ABDULLAH SHOLEH AL HADRAMI

—————————

pengajian ust.Abdulloh Sholeh Hadrami

BAB 19 KITAB TAUHID

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

One Comment

  1. Posted December 5, 2013 at 7:29 am | Permalink

    semoga kita terhindar dari hal yang demikian,aamiin

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Get Adobe Flash player