Hubungan antara Nafs (Takwa & Fujur) dengan Qolbu

Share

Baik akan hanya bertemu dengan yang baik, yang jelek hanya akan nyambung dengan yang jelek. Baik dengan buruk itu tidak akan pernah bertemu.

Takwa ketika berkumpul dengan Fujur berada disuatu tempat, di Nafs. Ini yang menyebabkan seseorang Nafsnya tidak tenteram, kadang selalu bergejolak. Dalam bahasa Arab sesuatu yang tidak pernah tenteram, selalu berbolak balik, bergolak lagi itu disebut dengan qolbu (قلب) , jamaknya قلوب. seperti halnya doa Nabi “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinik“. Kalau Anda sedang senang istiqomah, misal tahajjud, nyaman maka baca doa tersebut.

Sifat yang ada didalam Nafs itu disebut dengan qolbu. Nabi pernah menyampaikan kalau keadaan qolbu kita bisa didominasi oleh sifat-sifat yang baik, maka sifat baik tersebut yang cenderung menggerakkan kepada kebaikan kita dalam hidup. Sebaliknya kalau dalam qolbu, pergolakannya lebih didominasi oleh sifat nafsunya sehingga jeleknya muncul ini yang mendorong aktivitas kita cenderung kepada keburukan.

Nafs adanya dimana? Dalam qolbu. Sifat baiknya disebut apa? Takwa. Yang buruknya disebut apa? Fujur

Semua sifat kita itu, baik atau buruk itu kumpulnya di Nafs, nyambungnya ke qolbu.

Contoh:

Pada mata, fungsi mata untuk apa? untuk melihat. Tahu darimana? QS 17 Ayat 36. بصر

Kalau ada kalimat bashor itu penglihatan fisik, tetapi dalam hati kita ada suatu penglihatan kebaikan disebut dengan mata hati atau mata qolbu yang dimiliki sifat takwa namanya bashiroh بصيرة . Kalau inti hatinya yang muncul selalu yang jelek-jelek itu yang tembus ke mata, ada yang tembus ke mata, telinga, tangan, kaki. Jadi mata, tangan, kaki itu menunggu respon yang ada dalam Nafs ini yang menimbulkan perilaku buruk.

Misal muncul sifat marah, bashiroh tertutup, maka marah ditembuskan ke dalam mata. yang tadinya melihat dengan tenang tiba-tiba melotot. Ditembuskan ke mulut, seharusnya fungsinya berkata yang baik-baik untuk zikir tiba-tiba mencela. Ditembuskan ke tangan, yang tadinya tangan untuk memberi tiba-tiba memukul, kaki tiba-tiba bisa menendang.

Sebaliknya kalau dalam dirinya yang muncul selalu sifat takwanya, misal yang muncul sabar, saking sabarnya begitu dicela orang lain matanya menunduk, tangannya tidak mengepal biasa saja, kakinya tenang. Semua respon sekujur tubuh kita dari ujung kepala sampai ujung kaki itu yang menentukan keadaan hati.

  • Al Bukhori nomor hadits ke 52
  • Al Arbain Annawawiyah nomor hadits ke 6

Ketahuilah didalam jasad kita ada Mudghoh, sekat daging yang kecil. Kalau baik kualitasnya, mata, telinga, mulut, lidah, kulit sampai ujung kaki semua akan baik. Sebaliknya kalau buruk, buruk semuanya.

Kalau ada orang yang berprilaku buruk itu yang bermasalah di hatinya.  Karena itulah ilmu ini menjadi penting bukan hanya sekedar menjadikan kita rajin beribadah tapi juga menjadikan kita bening dalam menyikapi berbagai persoalan sehingga melahirkan karakteristik yang paling dicintai oleh Alloh subhanahu wa ta’ala, hamba yang paling takwa. 

This entry was posted in Kajian and tagged , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Get Adobe Flash player