Jangan pernah menduakanNya

Share

Ketika ujian menimpa melalui orang yang paling kita cintai, lalu kita meminta, memohon, bahkan hingga menangis-nangis dalam doa agar orang tersebut kembali pd kita. Yang terjadi kemudian adalah justru dia semakin jauh kian jauh. Semakin kita meminta untuk meraihnya sesuatu itu semakin terasa sulit tercapai. Hingga pada puncak rasa ingin itu terucaplah kalimat ..

Aku tak bisa hidup, tanpamu

Dan tunggu deh, ujian pun sampai pada puncaknya, yang membuat kita hilang kata-kata.

 Dimana salahnya? bukankah Alloh Maha Mengabulkan setiap pinta? tapi kenapa? 

Nah sekarang ..

Coba lihat anak-anak kita. Makhluk-makhluk yang biidznillaah hadir melalui kita. Karena merasa kita yang mengusahakannya, kadang tanpa sadar kita merasa mutlak memilikinya.

Hingga akhirnya…

Kadang kita bisa cemburu ketika anak lebih dekat dengan orang lain dan bukan kita. Kadang mereka berat sama teman, kadang mereka menggelendot pada sang nenek, kadang mereka lebih patuh pada asisten. Rasanya bagai diduakan tanpa ampun, meradanglah kita dan terbetik ucapan dalam senyap “kamu kan milikku, bukan milik dia.. kenapa lebih berat kesana? aku ibumu…”

Contoh lagi ..

Manakala anak memaksa meminta sesuatu, nangis-nangis sambil nunjuk-nunjuk sesuatu yg diinginkan tersebut. Mungkin memang tangannya memegang kita, tapi matanya hanya tertuju pada sesuatu yang diinginkannya itu. Hasratnya besar bukan lagi fokus ke kita, ibunya..tapi penuh pada yang dimintanya.

Mungkin kita bisa saja mangkel,.”segitunya sih dek.. nangisin itu .. seakan itu jauuuh lebih penting dari mama”

Padahal… jangan ditanya gimana besarnya sayang seorang ibu pada anaknya.

Dan jangan heran bahwa kasih sayang Alloh pada kita, 70 kali lipat dari sayangnya seorang ibu kandung pada anaknya. Jadi rasanya … wajar saja Alloh belum menyampaikan kita pada apa yang kita paling minta.

Dengan kasih sayangNya yang berpuluh kali lipat pada kita, tentu saja gak akan suka ketika melihat kita hanya fokus dan penuh harap pada makhlukNya.

Tak peduli berapa puluh malam derai airmatamu. Tak peduli seberapa sakitnya lukamu. Mungkin tanpa disadari kamu dihadapanNya telah sebegitunya menumpukan cinta pada selainNya. Menduakan tanpa ampun.

Bahkan lancang berkata tak bisa hidup tanpa dia ..
Padahal saat terucap kalimat itu, Alloh tak serta merta mencabut semua nikmatNya padamu.

Kamu masih bisa mengusap airmata dengan tangan normalmu …
Kamu masih bisa menghirup udara dengan nikmat sehatmu …
Kamu masih bisa mengulang ulang ratapanmu dengan lisan yang atas kehendakNya jua, bisa bergerak melafalkan setiap kata.

Beratnya ujian, pahitnya, sakitnya .. bukanlah karena sesuatu itu yg berat. Dan bukan pula karena orang itu yg jahat.

Tapi hatimu …

Yang masih belum menyadari setiap nikmat.

Jangan pernah minta ujian dikurangkan, sebab Alloh memang tak pernah memberikan ujian diluar kesanggupan. Tapi mintalah hati yang selalu dikuatkan. Agar terus dalam keyakinan bahwa disetiap kesulitan, selalu ada kemudahan.

Tentu saja, syarat dan ketentuan berlaku …

Jangan pernah menduakanNya.

Siapkah?

[iframe: src=”//www.facebook.com/plugins/follow?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FAbu.Aisyah.Yustiadi&layout=standard&show_faces=true&colorscheme=light&width=450&height=80″ scrolling=”no” frameborder=”0″ style=”border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;” allowTransparency=”true”]
by

 

This entry was posted in Status and tagged . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Get Adobe Flash player