Konsentrasi penuh dalam mencari ilmu

Share

Mencari ilmu itu perlu konsentrasi penuh, meluangkan waktu secara penuh, untuk mencari ilmu. Tidak diragukan lagi siapa yg ingin mendapatkan ilmu siapa yg ingin ilmunya mantap dan dia benar2 menguasai ushul dan furu’ berbagai macam jenis ilmu maka hendaklah dia meluangkan waktunya, konsentrasi penuh untuk mencari ilmu. Adapun orang yg memberikan kepada ilmu itu sisa2 waktunya maka dia hanya mendapatkan ilmu sesuai dengan sisa waktu yg dia berikan.

Jadi maksudnya disini ikhwan wa akhwat fillah rahimakumulloh, kalo kita benar2 ingin punya ilmu, menguasai ilmu, mantap ilmunya, maka kita belajar secara total, konsentrasi penuh mencari ilmu, meluangkan waktu penuh untuk ilmu. Sementara kalo kita dalam mencari ilmu itu hanya memberikan sisa sisa waktu, alakadarnya, maka ilmu yg kita dapatkan adalah sesuai dengan sisa waktu yg kita berikan. Waktu yg kita berikan alakadarnya maka ilmu yg kita dapat juga ilmu alakadarnya.

Disini disebutkan sebuah cerita yg sangat indah, ini ada salahsatu perowi dalam islam sahabat Abu Huroiroh ra, seorang perowi yg beliau meriwayatkan banyak hadits dan beliau juga mempunyai banyak murid, baik murid dari kalangan sahabat nabi atau murid dari kalangan para tabi’in. Imam Bukhori rahimahulloh ta’ala menyebutkan bahwasanya, “beliau menghapal daripada sunnah nabi Muhammad saw yg tidak dihapal oleh sahabat yg lain dan beliau mengetahui yg tidak
diketahui oleh para sahabat yg lain.” karena sahabat Abu Huroiroh ini bermulazamah menuntut ilmu kepada nabi terus menerus menyertai nabi tidak pernah berpisah dari nabi. Padahal beliau kumpul dengan nabi berapa tahun? 3 tahun. Sahabat Abu Huroiroh itu mulazamah kepada nabi 3 tahun terus menerus, kalo boleh dikatakan 24 jam bersama nabi. Bahkan tinggalnya itu di ahlus suffah. Ahlus suffah itu kalo antum ke mesjid nabawi dibelakang kuburannya nabi itu ada sebuah bangunan agak tinggi ada lantai agak tinggi yg dikasih pagar itu menurut para ahli sejarah dulu tempatnya Ahlus suffah. Jadi mereka dulu tinggal dibelakang rumahnya nabi secara khusus mencari ilmu kepada nabi. mencari ilmu saja. kalo ada makanan makan, kalo gak ada makanan ya gak makan. khusus 3 tahun. Sementara para sahabat yg lainnya sibuk berdagang di pasar. Jangan kaget kalo sahabat Abu Huroiroh meriwayatkan banyak hadits jangan kaget. Kalo ada yg menuduh Abu Huroiroh itu pabrik hadits gak benar, ini tidak kenal dengan sahabat Abu Huroiroh, pelajari. Sahabat Abu Huroiroh itu beajar kepada nabi luar biasa. Sehingga kalo meriwayatkan banyak hadits, wajar amat sangat wajar.

Bahkan ini ada cerita sendiri dari sahabat Abu Huroiroh sebagaimana diriwayatkan oleh al imam al Bukhori dan imam Muslim rohimahtullohi’alahima, berkata sahabat Abu Huroiroh semoga Alloh meridhoinya, “sesungguhnya manusia menuduh Abu Huroiroh banyak meriwayatkan hadits -seakan akan Abu Huroiroh mengarang hadits mereka kaget kok banyak yg diriwayatkan kok banyak yg dia tahu kok banyak yg dia hapal yg lainnya heran seakan akan ndak percaya sampe seakan2 mereka menuduh Abu Huroiroh mengarang hadits- lalu apa kata sahabat Abu Huroiroh?, “kalau bukan karena 2 ayat dari kitab Alloh maka aku tidak akan menceritakan hadits kepada kalian”. Jadi sebenarnya aku (Abu Huroiroh) malas mengatakan hadits kepada kalian, aku tidak ingin menceritakan haditsnya nabi kepada kalian karena kalian nuduh aku berbohong, kalian nuduh aku meriwayatkan hadits yg gak benar. Sebenarnya aku gak ingin meriwayatkan tapi yg menjadikan aku harus meriwayatkan yg menjadikan aku harus menyampaikan ada dua ayat dalam Alquran.
Kemudian beliau membacakan ayatnya yaitu suroh Albaqoroh ayat 160 dan 161. Ayat ini berbicara tentang bahaya menyembunyikan ilmu, ilmu itu harus disampaikan, kebenaran harus disampaikan, penjelasan penjelasan dari Alloh dan rasulNya harus disampaikan jgn disembunyikan. Orang yg menyembunyikan ilmunya dilaknat oleh Alloh dan dilaknat oleh siapa saja yg melaknat, didoakan keburukan, jauh dari rahmat Alloh oleh semua makhluk. Jadi kata sahabat Abu Huroiroh kalo bukan karena dua ayat ini aku ndak akan menyampaikan hadits tapi karena ada dua ayat ini saya harus menyampaikan kalau saya tidak menyampaikan saya dilaknat oleh Alloh dan saya dilaknat oleh semua makkhluk, saya
terpaksa menyampaikan.

Lalu sahabat Abu Huroiroh ra menjelaskan apa yg menjadikan beliau hapal yg tidak dihapal oleh sahabat yg lain. apa yg menjadikan beliau ketahui yg tidak diketahui oleh sahabat lain. apa itu?, “sesungguhnya saudara2 kami dari kalangan muhajirin mereka sibuk berdagang di pasar sementara saudara2 kami dari kalangan anshor mereka sibuk bercocok tanam, sibuk mengurusi kebunnya dan bahwasanya Abu Huroiroh ini mulazamah dengan nabi selalu menyertai nabi -walaupun hanya sekedar mendapat makanan alakadarnya, saya tidak mikir berdagang di pasar, saya tidak berpikir bercocok tanam, yg saya pikir adalah saya menuntut ilmu kepada nabi. saya tidak punya uang ndak apa2, saya ndak punya apa2 ndak masalah, saya makan seadanya bahkan kalo ndak ada makanan saya ndak makan- Abu Huroiroh hadir ketika mereka tidak hadir, Abu Huroiroh menghapal ketika mereka tidak menghapal.”

Jadi disini apa maksudnya yg berhubungan dengan bab ini? yaitu kita meluangkan waktu secara penuh untuk mencari ilmu, belajar konsentrasi penuh. Subhanalloh jadi orang yg lainnya sibuk dipasar bercocok tanam, Abu Huroiroh ngaji dengan nabi, gak mikir duniawi materi, mulazamah kepada nabi. Ada makanan makan gak ada makanan ya gak makan.

Demikian pula sahabat Umar ra ketika tidak mengetahui suatu permasalahan yg kemudian permasalahan tersebut dijelaskan oleh para sahabat lain lalu sahabat Umar mengatakan “yg menjadikan aku tidak tau masalah itu karena aku sibuk berdagang di pasar” karena tidak meluangkan waktu secara utuh untuk mencari ilmu.

Demikian pula ada sahabat nabi yg bernama Malik Al Huwairits ra, datang kpd nabi meninggalkan keluarganya hanya untuk mencari ilmu, tinggal bersama nabi 20 malam khusus untuk mencari ilmu total 20 malam sampe nabi merasa kasihan, nabi ndak tega, kamu tinggalkan keluargamu anak istrimu 20 malam sudah kalo gitu kamu pulang ndak apa2, ajarkan ilmu yg kamu dapatkan kepada keluargamu, sholatlah bersama mereka. Jadi benar2 meluangkan waktu secara utuh untuk ilmu, konsentrasi penuh, intensif.

Kemudian ada ucapan yg sangat indah dari gurunya imam Malik rahimahulloh ta’ala namanya Robi’ah, “sesungguhnya ilmu tidak akan memberikan kepadamu sebagiannya sehingga kamu berikan dirimu kepada ilmu secara total” jadi kata beliau kalo ingin dapat ilmu belajar total, baru dapat sebagian ilmu, kalo setengah setengah ya ndak dapat ilmu. Dan yg namanya ngaji itu ya di pondok pesantren, mulazamah tinggal disana 24 jam dalam satu hari tujuh hari dalam sepekan, dua tahun bagus empat tahun lebih bagus lagi. sehingga pulang bawa ilmu.

Jadi ini adab nomor 7 benar benar konsentrasi penuh untuk mencari ilmu meluangkan waktu secara penuh untuk mencari ilmu supaya benar2 mendapatkan ilmu. Belajar setengah2 gak dapat ilmu, dapat ilmu sedikit2 tapi gak mantap ilmunya. Ilmu yg mantap itu kita mantap, punya pirinsip, orang ngomong apapun kita teguh gak goyang karena kita punya ilmu, mantap, kita punya ilmunya. Sementara kalo punya ilmu yg gak mantap itu gak punya prinsip, orang bilang gini goncang lagi bingung lagi, orang bilang gitu goncang lagi bingung lagi, gak punya ilmu namanya.

—————————————-

Kajian Adab Tholabul Ilmi BAB 7

Ust.Abdullah Sholeh Hadram

This entry was posted in Adab Penuntut Ilmu. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Get Adobe Flash player