Latar Belakang Penamaan Tazkiyatun Nafs

Share
[Resume Kajian] Tazkiyatun Nafs
Ust. Adi Hidayat

1. QS 15 Ayat 28
2. QS 22 Ayat 5
3. QS 23 Ayat 12-14
4. QS 17 Ayat 85
5. QS 91 Ayat 7-10

Proses Penciptaan manusia yg didapatkan dari Alquran kepada kita,

  1. Setiap Manusia yang diciptakan dimulai dari bentuk fisiknya, menyempurnakan fisiknya terlebih dahulu
  2. Kemudian ditiup ruhnya
    QS 15 ayat 28, ayat pertama yang menunjukkan kepada kita tentang manusia pertama yang diciptakan.
    بشرا (manusia)➛ dalam Alquran terulang sebanyak 35 kali

Bagaimana Rincian Penciptaan manusia tersebut? → QS 22 ayat 5, QS 23 Ayat 12-14

⇒Proses Penciptaan fisik disingkat oleh Nabi shallallohu alaihi wa sallam di hadits Al arbain An Nawawi nomor hadits ke 4 dari Abdulloh bin Mas’ud Rodyiallohu anhu

  • Setiap anak cucu Adam dihimpun dalam perut ibunya
  • 40 hari pertama masih dalam proses pertemuan antara sperma dengan ovum
  • 40 hari kedua berbentuk alaqoh, zigot yang mulai menempel di dinding rahim
  • 40 hari ketiga usia 4 bulan berubah menjadi mudghoh, sudah mulai berbentuk
  • kemudian ditiupkan ruhnya melalui Malaikat

Ketika sudah mencapai usia 4 bulan kemudian disempurnakan fisiknya berbentuk mudghoh, maka ditiupkan ruh dalam jasad atau fisiknya. Jadi Ibu yang mengandung ketika sudah masuk usia 4 bulan sudah ditiupkan ruh kedalam janin tersebut.

Ruh Asalnya darimana? → QS 17 Ayat 85

  • Ruh itu urusan Alloh, yang mengatur Alloh. Ruh berasal dari Alloh. Semua yang berasal dari Alloh itu bersih
  • Ruh Sifatnya suci, bersih, membawa sifat-sifat kebaikan
  • Kumpulan sifat baik yang dibawa oleh ruh itu disebut Takwa (Potensi kebaikan)

Jika makanan yang dimakan oleh ibu yang mengandung itu baik, halal, maka janin berkembang dengan baik. Sebaliknya jika yang dimakan mengandung syubhat, apalagi haram berproses selama 4 bulan, maka jadilah kualitas janin yang dibentuk itu sudah membawa unsur-unsur masalah.

Kata Rasululloh Shallollohu alaihi wa sallam anak Adam tercipta dari tanah, sedangkan tanah ada yang coklat, ada yang bersih, ada yang hitam bahkan lumpur. Karena itulah Ruh ketika bercampur dengan fisik, fisik ini tidak murni membawa kebaikan, masih bercampur cenderung memancarkan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang memancarkan berbeda kadang baik kadang buruk kadang tidak dalam bahasa Arab disebut Fujur.

Oleh sebab itu Ruh ketika masuk dalam fisik, tidak murni (Takwa) lagi bergabung dengan Fujur, maka namanya dirubah Alquran bukan Ruh lagi akan tetapi menjadi Nafs (نفس). Karena unsurnya sudah bercampur. Hal ini sudah diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi napas, karena Ruh yang sudah masuk dalam fisik sudah bisa bernapas.

Kenapa disebut dengan Nafs? tidak Ruh lagi? Karena didalamnya sudah berkumpul, bukan ada Takwa saja tapi sudah menyatu dengan Fujur

⇒Kalau Ruh sudah masuk kedalam fisik berubah namanya menjadi Nafs, maka turun QS 91 ayat 7

⇒ Kalau Ruh sudah berubah menjadi Nafs didalamnya sudah berkumpul sifat Fujur/Nafsu dan Takwa, QS 91 ayat 8

  • Takwa terulang sebanyak 115 kali dalam Alquran
  • Fujur/Nafsu terulang sebanyak 115 kali dalam Alquran

⇒ Ketika manusia laihr sudah membawa Nafs dalam hidupnya, dalam jiwa kita selalu ada 2 sikap yang selalu bertentangan yang membawa pengaruh.

  1. Takwa, sering membawa kepada kebaikan
  2. Fujur, sering membawa kepada nafsu

Takwa ini agar dominan didorong oleh Malaikat. Malaikat dalam Alquran terulang sebanyak 88 kali. Fujur ini supaya dominan, menutupi takwa didorong oleh Syaithon. Syaithon dalam Alquran terulang sebanyak 88 kali.

Kalau kira-kira di satu tempat ada 2 hal yang berbeda, yang satu mengajak kepada kebaikan dan yang satu lagi mengajak kepada keburukan, kira-kira tempat itu akan seterusnya tenang atau  tidak? kadang naik kadang turun. Kalau yang baiknya ini dominan, yang nafsunya ditekan yang takwanya naik maka kata Alquran QS 91 ayat 9. Akan tentram orang yang bisa menekan/menghilangkan yang kotor-kotornya.

Setiap sifat baik yang dibawa Takwa pasti ada lawannya sifat buruk di Nafsu. Kata Alquran jika yang buruknya ditekan atau tidak dimunculkan, kemudian dimunculkan yang baik-baik saja maka hidupnya akan tenang, nyaman dan bahagia. Seseorang yang didominasi sifat buruknya, sifat nafsu muncul, takwanya tertekan kebawah, nafsu naik QS 91 ayat 10, hidupnya akan خاب ,nestapa, tidak tenteram.

خسر = rugi,     خاب= sudah rugi, tertuduh lagi

Saat manusia meninggal dunia (ada fisik + ruh) yang dicabut apanya? yang pulang bukan Ruhnya, akan tetapi yang pulang Nafsnya. yang datang dan yang pulang berbeda. Kenapa? Karena saat datang oleh Alloh ditiupkan melalui Malaikat dan menyatu dengan fisik ini, belum bawa apa-apa cuma membawa potensi baik-baik saja. Ketika masuk kedalam jasad itu yang dikembangkan seperti sholat, puasa, zakat, dan sebagainya.  Takwa inilah yang kemudian berubah menjadi amalan.

Oleh sebab itu saat dia kembali kepada Alloh yang pulang bukan cuma Ruhnya, sebab kalau Ruhnya yang pulang itu tidak bawa apa-apa sama seperti datang, yang pulang kepada Alloh ini yang disebut Nafs → QS Ali Imran ayat 185, Al Fajr Ayat 27.

Karena itu bagaimana caranya kita bisa menekan yang jelek-jelek ini memuncukan yang baik-baik, yang takwanya bisa muncul yang jeleknya bisa turun.

Kata Alquran → زكّا = sucikan, bersihkan

زكا = membersihkan sesuatu yang tidak nampak/keliatan

زكّا = membersihkan dengan serius

تزكّا = keseriusan yang diiringi dengan perasaan seketika, bergegas, mengerjakan

تزكية = bergegas memunculkan sifat baiknya untuk membersihkan yang kotor

النفس = Nafs (Fujur + Takwa)

Tazkiyatun Nafs Adalah istilah yang disebutkan oleh para Ulama sebagai Ilmu yang fungsinya untuk membimbing Kita bagaimana cara menekan nafsu yang buruk sehingga memunculkan lawannya, Takwa yang baik-baik.

 

 

 

This entry was posted in Kajian and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

2 Trackbacks

Leave a Reply

  • Poin Ceramah

    [Seputar Ramadhan] Pengertian Dan Perbedaan قيام، قيام رمضان، قيام الليل، تهجد? - Ust Adi Hidayat

Get Adobe Flash player