Pejuang LDR

Share

“Kapan kita harus LDR?”, “Emangnya kamu betah LDRan?”, “Kamu gak takut LDR?, aku sih takut bray”, “LDR lagi? udaah putusin ajaa”, “LDR gak nikah-nikah bikin sakit hati lho, percaya deh”.

Hampir semua pertanyaan diatas condong ke arah NEGATIF. Gimana gak negatif, kalo semua orang yang ngerasain LDR berujung dengan perpisahan, apalagi sambil galau.

Banyak kalangan mengartikan LDR ialah sebuah hubungan jarak jauh (ini sudah wajar), sebuah hubungan yang perlu kesabaran dan latihan mental-fisik. Tidak banyak pejuang-pejuang LDR yang terkena bully-an dari rekan-rekannya, yang jelas anti LDR. Hidup memang sebuah mencoba dan cobaan.

Tidak hanya itu, LDR dapat diartikan per abjad. Semisal yang terkenal “Long Dick Reduction” darinya penulis Raditya dika, trus “Lihat Dengar Rasakan”, “Liburan Dulu Rek!”, “Lelah Di Raga”, “Lucu Dan Ramah”, “Lama Di Relationship”, dan lain-lain.

Sepasang gebetan yang dulunya menjalin cinta dengan tidak mengenal jarak, mengesampingkan jarak, dan menertawakan jarak, kini dia harus belajar dengan rasa rakutnya, mengenal jarak. Banyak sebab, diantaranya faktor orang tuanya pindah rumah, faktor penempatan kerja, faktor menuntut ilmu, dan kematian yang menjemput (ini LDR versi tingkat tinggi, bah).

Bukan saja yang masih statusnya pacaran, yang sudah menikah pun kadang terkena LDR. Jika pacaran tapi LDR gak nikah-nikah, banyak yg dikorbanin. Dan yang terpenting cinta dan jodoh gak bisa dipaksain, beruntunglah jika dilanjutkan ke pernikahan. Menikah tapi masih LDRan?, yasallam. Nikmatin saja.

Walaupun sebagian besar negatif, sedikit banyak ada positifnya. Di dunia ini kita diciptakan saling berpasang-pasangan, jadi gak heran dong kalo ada yang bilang negatif ada juga positifnya. Dan saya terperangkap di area positif.

Apa positifnya Long Distance Relationship?

Bagi saya, LDR momen dimana melatih diri untuk tetap belajar berkomitmen. Suatu hubungan tidak akan langgeng/awet jika salah satunya tidak memiliki komitmen yang kuat. Sedikit banyak yang namanya belajar pasti ada segi ketidaksempurnaannya. Dibalik itu semua ada hikmah yang tersimpan.

Rasa kangen yang mendalam. Bayangin aja ketika lama tidak bertemu, berbulan-berbulan bahkan ada yang bertahun-bertahun, ketemu dengan pujaan hati. BUUUUMMM! perasaan kangen meledak, keluar bersama kesenangan sesaat. Ya sesaat, dalam hitungan jam/hari kembali seperti kalanya. Pffft.

Menabung untuk masa depan. LDR tapi tidak memiliki tujuan untuk ke jenjang yg lebih serius, mending jangan deh. LDR yang main-main itu keliatan dari umur dan pemikirannya. Paling tidak pengeluaran untuk kencan perhari bisa dialihkan ke simpanan dihari yang dinanti-nanti.

Keluar pemikiran kreatif dalam diri pejuang LDR, dituangkan melalui sebuah tulisan, puisi, lagu, dan sebagainya.

Anyone?

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

2 Comments

  1. Posted December 5, 2013 at 7:35 am | Permalink

    kalau sebelum menikah LDr sepertinya seru tapi kalau sudah menikah enggak deh.kan tujuan menikah agar bisa berama menjalani hidup.

  2. Posted February 8, 2014 at 4:54 pm | Permalink

    Salah apa sih kita?

Leave a Reply

Get Adobe Flash player