Satu Amal Kebaikan menjadi Tujuh Ratus ?

Share

Sering mendengar istilah: satu amal kebaikan diganjar menjadi sepuluh kali lipat pahala. Kemudian dari sepuluh pahala, Alloh lipatkan sampai tujuh ratus pahala kebaikan bahkan bisa lebih. Apa maksudnya sepuluh kali lipat dilipatkan sampai tujuh ratus kali lipat pahala sampai lebih?

Setiap muslim bila berbuat baik, maka satu pahala dari amal kebaikannya tersebut akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat pahala kebaikan. Ini terjadi pada setiap muslim.

Adapun di atas kelipatan sepuluh, yang kemudian akan dilipat gandakan menjadi tujuh ratus kali lipat pahala bahkan bisa lebih, ini tidak terjadi pada setiap muslim.

Mengapa?

Karena kelipatan di atas sepuluh kali lipat pahala sampai menjadi tujuh ratus kali lipat, sampai lebih tersebut, kembali pada kualitas keislaman seseorang. Dan masing-masing orang bertingkat-tingkat kualitas agamanya. Semakin baik keislamannya, semakin besar lipatan pahala yang ia peroleh di atas sepulu kali lipat.

Jadi yang menjadi ukuran mendapatkan kelipatan di atas kelipatan sepuluh, menjadi tujuh ratus kali lipat sampai lebih, adalah kebaikan islam seseorang.

Inilah makna daripada hadis ke 37 dari Arba’in An-Nawawi,

عَن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالى قَالَ: (إِنَّ الله كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ؛ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمائَةِ ضِعْفٍ إِلىَ أَضْعَاف كَثِيْرَةٍ. وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً،وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ في صَحِيْحَيْهِمَا بِهَذِهِ الحُرُوْفِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Yang Mahasuci dan Mahatinggi, “Sesungguhnya Alloh telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut. Barangsiapa yang ingin melaksanakan kebaikan namun dia tidak mengamalkannya, maka Alloh mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Alloh akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan hingga kelipatan yang banyak. Jika dia berniat berbuat maksiat, kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya, Alloh mencatatnya sebagai satu maksiat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun satu keburukan, Alloh tidak lipat gandakan sama sekali. Satu maksiat, dicatat satu dosa.

Lihatlah kemurahan dan kasih sayang Alloh kepada hambaNya. Maka, sebagaimana kasih sayangNya tak akan terbayangkan agungnya, demikian pula pujian untukNya, tak akan terbatas oleh pengetahuan manusia dan tak ada batasnya!

Seperti doa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah,

لا أحصي ثناء عليه، أنت كما أثنى على نفسك

“Ya Alloh, aku tidak bisa menghitung pujian untukMu. Engkau sebagaimana pujian Engkau sendiri untuk DzatMu..”

by
Ust.Ahmad Anshori ‪#‎KajianSyaikhSholihAlUshoimi‬ ‪#‎BarnamijMuhimmaatul_ilm‬‪#‎ArbainNawawi37‬
[iframe: src="//www.facebook.com/plugins/follow?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FAbu.Aisyah.Yustiadi&layout=standard&show_faces=true&colorscheme=light&width=450&height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"]
This entry was posted in Status and tagged . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Get Adobe Flash player